My Life has Changed...Forever !

ee3fb2f6cd5e52caf678f886b0fe53c4


Tahun ini menginjak usia 21 tahun...yeay...kayanya si waktu berlalu gitu aja, cepat sekali, kayanya hanya sekejap mata sudah menginjak usia kepala 2. Banyak sekali hal-hal yang terjadi selama 21 tahun perjalanan hidup saya dan saya menyadari hal-hal itulah – baik maupun buruk—yang telah membentuk karakter dan pribadi saya menjadi seperti sekarang ini.




  1. Pelatihan Diri di Padang Sidempuan 15 Juni 2010-8 Juli 2010


Saya sendiri berangkat bersama teman-teman satu yayasan menuju daerah Padang Lawas Utara, Padang Sidempuan. Itu adalah pertama kalinya saya ( saat itu baru kelas 2 SMA) menempuh perjalanan belasan jam dari medan menuju Padang Sidempuan. Juga pertama kalinya berjauhan dari orang tua. Mengikuti pelatihan mental selama hampir sebulan di tempat asing dan terpencil sama sekali bukan hal yang mudah bagi kami semua. Jauh dari orang tua, jauh dari kebisingan kota, dan tidak diperbolehkan memakai peralatan listrik (benar-benar pelatihan mental inii hahaha). Dengan sumber listrik yang terbatas, mandi di sungai (beneran ampun dah, mandi di sungai ga enak sama sekali), tidak ada gadget menemani, walah, bener-bener pelatihan mental di sana. Tapi dengan keadaan seperti itu, saya jadi menyadari, bahwa ternyata keadaan kita yang tinggal di daerah kota Medan jauhhh lebih beruntung dari mereka. Diluar sana masih banyak orang yang tinggal di pemukiman terpencil, akses listrik terbatas, dan dengan akses keluar masuk yang melewati medan sangat berat. Sedangkan kita di Medan sudah jauh lebih beruntung dengan akses keluar masuk yang nyaman, sekolah dekat, indomaret dimana-mana, SPBU berserakan. Di sana, saya sempat pula melihat gimana anak-anak mau berangkat sekolah aja harus jalan kaki 2 km plus menyeberang sungai sebelum bisa sampe ke sekolah . Kegiatan pelatihan mental ini menjadikan saya pribadi yang selalu bersyukur dalam segala hal, sebab di luar sana masih banyak orang yang kurang beruntung dibandingkan kita. Pulang dari pelatihan, pas balek ke medan, orang tua sampe gak ngenalin lagi karena kulit saya jadi gosong...hahaha (maklum, ahaha selama disana semua serba terbatas, termasuk stock body lotion :P)


2. Masuk kuliah!

Tadinya menjelang masa-masa kelulusan SMA, saya merasa sedih, hahaha, lantaran tidak bisa lagi menikmati suasana belajar di kelas setiap hari. Saya pikir kehidupan setelah tamat sekolah pasti membosankan karena ga bisa lagi ketemu teman-teman SMA. Dulu, mindset saya itu cenderung introvert dan saya menutup diri terhadap perubahan. Saat mendaftar kuliah pun, saya hanya ikut arus saja, tidak menikmati apa pun. Saya hanya berpikir bahwa saya akan duduk di kelas yang membosankan dan asing, dikelilingi dengan orang-orang asing yang sama sekali tidak ramah. Sebelum masuk kuliah bahkan saya sudah berpikir masa kuliah saya akan sangat suram hahaha (ga boleh ditiru mindset yang satu ini)


Tetapi, setelah dijalanin, wah, saya bersyukur saya bisa kuliah di sini, saya bersyukur saya bisa masuk ke kelas TI A 11, dan bersyukur bisa bertemu dengan teman-teman saya sekarang ini. Mereka semua memiliki karakter sendiri yang unik dan masing-masing memiliki kharisma yang berbeda-beda. Dari 2,5 tahun pengalaman belajar bersama teman-teman di TI A 11, saya menyadari bahwa betapa banyak yang masih harus saya pelajari –bahkan setelah lulus sekolah--, betapa banyak orang-orang baik yang masih harus saya kenal, dan betapa banyak pengalaman hidup yang belum saya jalani di luar sana.


3. Berhenti bekerja


Sebelumnya saya bekerja di CV milik saudara sepupu saya. Jam kerjanya tidak tetap, dengan jumlah hari libur yang bisa dihitung dengan jari, bahkan tetap bekerja di tanggal merah, sampe tengah malam dan tidak tidur :( meskipun dengan bayaran yang besar, saya tetap tidak merasa bahagia sedikitpun. Saya mulai tertekan, stres, dan mulai bertanya –tanya: apakah hidup itu hanya untuk uang? Apakah saya tidak boleh bahagia dan menikmati hidup?


Selama kurun 2 tahun sejak saya tamat sekolah, saya mengorbankan semua waktu saya – termasuk waktu tidur—untuk bekerja bekerja dan bekerja. Saya sudah hampir kehilangan seluruh teman-teman saya, bahkan sama sekali melupakan hobi saya. Waktu itu saya benar-benar seperti robot pekerja yang tidak memiliki program untuk menikmati hidup.


Akhirnya saya kembali mengambil keputusan berani dalam hidup saya : resign! Walaupun disertai pendapat sinis dari orang lain, saya tetap memutuskan resign. Saya berhak melakukannya karena saya juga berhak bahagia bukan?


Saya kembali mendapatkan quality time bersama teman-teman dan keluarga saya, saya kembali menikmati jam tidur saya, hang out bersama teman-teman, berkumpul bersama keluarga di malam hari, tanpa harus setiap detik terbebani dengan pekerjaan apalagi berjuang menahan kantuk. Saya menyadari uang bukan segalanya; uang penting, tapi bukan segalanya, uang ga bakal bisa membeli kebahagiaan, juga ga bisa membeli kembali waktu yang  hilang. Bisa saya bayangkan betapa saya akan amat sangat menyesal apabila saya tidak memutuskan resign dan menyia-nyiakan seluruh waktu saya di masa muda hanya untuk bekerja menguras tenaga tanpa menikmati hidup. Kini segalanya telah kembali pada tempatnya dan saya bahagia :D


4. Mulai mengajar di bimbel


Setelah resign, sepertinya Tuhan memang berpihak pada saya ^^ saya langsung mendapatkan pekerjaan di sebuah bimbel dengan bayaran yang lumayan . Awalnya saya masih pesimis, karena masih belum pernah mengajar di lembaga pendidikan formal. Tetapi saya tetap maju dan bertekad bakal menghadapi semua hal. Setelah dijalani, semua terasa alami :D Saya mampu melakukan tugas saya dengan baik. Saya belajar bagaimana fenomena langkah pertama benar-benar mempengaruhi semua keputusan saya. Saya belajar untuk tidak lagi kalah sebelum maju ke medan perang; belajar untuk mencoba sebelum mengatakan “tidak”..karena itulah hidup...life must go on, whatever happens, we must face it bravely.


Saya tidak menyebut diri saya memiliki pribadi yang sempurna. Hingga kini pun saya masih terus belajar bagaimana agar saya memiliki pribadi yang dicintai semua orang; bagaimana memiliki pribadi yang tulus dan ikhlas. Saya terus belajar dan belajar, karena saya menyadari, hidup adalah untuk belajar bukan? :) Ini hanyalah  flashback perjalanan hidup saya yang membentuk saya sekarang ini :D Bagaimana dengan kamu?

No comments:

Post a Comment