Tiap tahun pihak kampus selalu mengadakan acara liburan tahunan :D Tahun pertama saya kulia, liburannya hiking ke gunung sibayak , terus tahun kedua rafting ke Sei Bah Bolon, Tebing Tinggi. Nah, tahun ini, agenda liburannya adalah wisata jalan hash ke daerah kawah putih yang berlokasi tepatnya di Tinggi Raja, Simalungun. Check it out....
Summoning at STMIK TIME pukul 05.30 pagi, hari Minggu 16 Februari 2014. Rata – rata pakai sepatu sport, ternyata pas summon pagi itu, dapat info dari teman-teman, lebih baik pakai sepatu gunung, karena nanti disana kita main air lagi di sungai, jadi sayang kalau pakai sepatu, nanti basah. Plus, jalannya banyak yang rusak, jadi sol sepatu kami kemungkinan bakal lepas huhu... :(
Berangkat jam 7 lewat...hehe..banyak yang telat summoningnya. Perjalanan dari Kota Medan kira-kira 3,5 jam kalo lewat jalan kota. Kalo lewat jalan tol, mungkin lebih cepat (kebetulan bus yang kami tumpangi tidak mengambil jalan tol). Plus, terjebak kemacetan pasar pagi di Simpang Limun, jadi perjalanan agak lama.
Singgah sebentar di SPBU...
Memasuki daerah Deli Serdang (betul gak yah, soalnya uda rada lupa nama daerahnya) , jalanan rusak parah, ampun deh.
Sampai lokasi Tinggi Raja, setelah belokan ke kiri dari petunjuk jalan, masi harus menempuh setengah jam perjalanan lagi, dengan kondisi jalan yang rusak parah dan belokannya tajam bener.
Singgah sebentar di sungai kecil sambil nunggu bus lainnya nyusul ^^
Foto colongan ... hehehe :P
Dari sungai itu, tinggal sedikit lagi sudah sampai tempat parkir khusus mobil yang mau masuk ke kawasan kawah putih. Nah, ini penunjuk jalannya , akhirnya sampai setelah perjalanan jauh, yeah...
Angkat ransel, kita jalan kaki sekitar 20 menit menuju lokasi kawah putih.
Hawa di sekitar kawah memang benar-benar panas, dan bau belerangnya menusuk hidung.
Warna danaunya hijau kebiruan karena kandungan belerangnya.
Ohya, tidak bisa berenang di sini karena suhu airnya benar-benar panas, sampe ada yang merebus telur di lubang kawah hehehe
Daerah sekitar kawah putih bersih, mirip seperti salju :p , bedanya , yang ini panas banget... hahaha.
Narsis dulu.... :p
Puas menikmati pemandangan di kawah, lanjut menuju sungai di bagian bawah bukit :D jalan kaki lagi sekitar 30 menit. Kali ini jalannya agak terjal.
Sampai di lokasi tebing dekat sungai, harus turun dulu ke bawah lewat tangga buatan di samping tebing (tangganya serem juga ih, terjal juga)
Ternyata ada sumber belerang juga, yang membentuk kayak air terjun.
Bentuk air terjun mininya unik sekali :D benar-benar cantik Air sungainya jernih dan dinginnnn, tapi di dekat air terjun belerangnya, airnya panas mendidih, kalo berdiri di dekat pertemuan arus airnya, hangat-hangat gitu.
FYI, daerah kawah putih ini memang minim fasilitas, kamar mandi pun tidak ada di sana, satu-satunya kamar mandi cuman ada di dekat tempat parkir, itu pun cuman terbuat dari terpal tanpa atap, dan di pinggir sungai, terbuat dari dedaunan yang biasa dipake buat atap rumah itu lho, lagi-lagi kamar mandinya tanpa atap hehehe
Ada penduduk setempat yang berjualan di sekitar lokasi kawah dan sungai, itu pun tanpa kios, cuman berbekal meja kecil dan tenda apa adanya.
Menurut penduduk setempat, daerah ini memang sengaja tidak dikembangkan, dan tetap dijaga keasliannya. Pernah suatu waktu dibangun jembatan dan diperbaiki fasilitasnya, tetapi lalu dirusak oleh beberapa pihak yang tidak ingin daerah ini terjamah oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Namun minimnya fasilitas tidak menghalangi keinginan pegunjung untuk datang kemari menikmati indahnya kawah putih :D meski dengan perjalanan yang sulit, daerah ini tetap ramai dikunjungi dan tetap terjaga keasliannya.
Nah, penduduk Sumut boleh berbangga hati karena memiliki keindahan alam yang terjaga keasliannya seperti kawah putih ini :D
No comments:
Post a Comment